Tagihan Azure jarang melonjak karena satu keputusan besar. Biasanya ia naik pelan-pelan dari sumber daya yang dibuat untuk uji coba lalu lupa dimatikan. Berikut delapan penyebab yang paling sering kami temukan saat meninjau langganan pelanggan.
1. Disk terkelola yang yatim #
Mesin virtual dihapus, disknya tertinggal dan tetap ditagih penuh. Di portal, saring Managed Disks dengan status Unattached. Pastikan tidak dibutuhkan, buat snapshot sekali, lalu hapus.
2. VM uji yang menyala 24 jam #
Mesin pengembangan jarang dipakai di luar jam kerja. Auto-shutdown bawaan Azure bisa mematikannya tiap malam dan sudah memangkas sekitar dua pertiga biaya komputasi untuk mesin yang hanya dipakai jam kerja.
3. Tidak memakai Reservation atau Savings Plan #
Untuk beban kerja yang pasti berjalan setahun penuh — pengontrol domain, basis data produksi — harga sesuai pemakaian adalah yang termahal. Reservasi satu tahun biasanya memangkas biaya komputasi secara signifikan. Syaratnya cuma satu: yakin mesin itu memang akan hidup selama itu.
4. Azure Hybrid Benefit yang belum dinyalakan #
Bila perusahaan punya lisensi Windows Server atau SQL Server dengan Software Assurance, lisensi itu bisa dibawa ke Azure. Banyak langganan membayar lisensi dua kali hanya karena kotak centang ini terlewat saat membuat VM.
5. Snapshot dan cadangan tanpa kebijakan #
Recovery Services Vault yang menyimpan cadangan harian selamanya akan tumbuh tanpa henti. Tetapkan retensi yang masuk akal: harian 30 hari, mingguan 12 minggu, bulanan 12 bulan — lalu periksa ulang setiap kuartal.
6. Tingkat penyimpanan yang salah #
Berkas arsip yang jarang dibuka tidak perlu berada di tingkat Hot. Pindahkan ke Cool atau Archive lewat aturan siklus hidup pada Storage Account. Perhatikan biaya pembacaan di tingkat dingin — cocok untuk arsip, tidak untuk berkas kerja.
7. Public IP dan gateway yang menganggur #
Alamat IP publik statis yang tidak terpasang tetap ditagih. Begitu pula NAT Gateway, Application Gateway, dan Bastion yang dibuat untuk satu kali pengujian lalu ditinggal.
8. Tidak ada tag kepemilikan #
Tanpa tag owner, project, dan env, tidak ada yang berani menghapus apa pun karena takut mematikan milik tim lain. Terapkan Azure Policy yang mewajibkan tag saat sumber daya dibuat — ini satu-satunya cara agar pembersihan bisa jalan.
Urutan kerja yang kami pakai #
- Buka Cost Analysis, kelompokkan menurut Service name, lihat tiga teratas.
- Buka Azure Advisor bagian Cost — rekomendasinya biasanya langsung menunjuk VM yang kekecilan bebannya.
- Bersihkan sumber daya yatim (disk, IP, snapshot).
- Pasang auto-shutdown pada semua mesin non-produksi.
- Baru pertimbangkan reservasi untuk sisa beban yang memang tetap.
Satu catatan penting: jangan menghapus apa pun di hari yang sama dengan menemukannya. Beri jeda dan konfirmasi pemilik — biaya salah hapus jauh lebih mahal daripada sebulan sewa disk.
Bacaan terkait: memilih Azure, AWS, GCP, atau VPS.